DAY 2 : CONDUCTING MICRO TNA & HOW TO DESIGN TRAINING PROGRAM
SESI 1: Micro TNA: How to Conduct Performance Diagnosis: Understanding Reasons Of Poor People
Performance And How To Improve It
• Paradigma baru dalam performance management.
• Tahapan pelaksanaan manajemen kinerja: Problem Analyses & Performance, Cause of Problems and its
Solutions, Training vs. Non Training Solutions.
• Competency based Training Design: metode dan aplikasinya.
• Manajemen manusia dan permasalahannya: Techniques on solving Skills problems, Knowledge Problems,
Motivation Problems and Habit Problems.
• Memahami Prinsip dasar Mentoring, Coaching & counceling.
• Latihan melakukan Performance Diagnosis.
• Latihan membuat Performance Improvement Plan.
SESI 2: Practice: Analyzing Performance Problem and Individual
• Tehnik mengidentifikasi permasalahan kinerja dan solusinya (training vs non training).
• On-the-job development program.
• Penentuan area pengukuran kompetensi: Knowledge, Skill, Attitude, Habit
• Latihan membuat pengukuran kompetensi.
• Latihan membuat dan menurunkan kompetensi yang dibutuhkan dari suatu pekerjaan/posisi.
• Latihan menentukan jenis content yang tepat untuk setiap level jabatan.
SESI 3: Interviewing Skills In Conducting TNA (Creating Individual Development Plan)
• Berhubungan dengan Key User:
- Bagaimana menanyakan permasalahan dilapangan. How to drill it down.
- Bagaimana menanyakan ekspektasi seseorang: apa yang harus dikejar, bagaimana bertanyanya, dan tehnik
pendalamannya.
• 2 Masalah utama dalam TNA:
- Masalah teknis: tahapan kerja – flow of process. POAC / Management skills.
* Bagaimana seorang interviewer dapat memahami apakah aktivitas kerja saat ini sudah benar? Sebagai
dasar penentuan dan penyusunan modul pelatihan.
* Tehnik cepat memahami strategi dan proses yang benar dalam satu unit bisnis yang di analisa.
* Apa yang harus di lakukan dan diketahui (Ekspektasi Kinerja) ketika menginterview seorang Manager,
Supervisor dan Staff/operator/clerical.
- Masalah manusia: Pengetahuan, Keahlian, Kemauan dan Kebiasaan – Knowledge, attitude, skills & habbit –
KASH (Leadership & Soft Skills).
* Bagaimana memetakan cepat dan memahami : Apakah suatu pekerjaan (keahlian) perlu di dukung
pemahaman konsep kunci, atau lebih kepada clerical tasks (Skills) saja, dan bagaimana mengidentifikasi
tingkat pengetahuan tersebut.
* Tehnik mengidentifikasi cakupan content dalam konteks Knowledge & Skills.
* Tehnik mengidentifikasi sejauh mana terdapat isu non technical: cara bertanya dan memvalidasinya
(Energy-Motivasi, mind set, values, Citra diri, cooperation, team building, leadership, Bad habbit,
behavioral-Soft Competency).
SESI 4: Communication Skills On Conducting TNA: Ensuring Right Training Design
• 3 Bahaya utama: Distorsi, Generalisasi dan Delesi sebagai sumber dasar asumsi yang menyesatkan.
• Membaca bahasa tubuh dan sensitivitas klien dalam melakukan interview.
• Tehnik meningkatkan rapport dan membaca kebohongan melalui bahasa tubuh serta intonasi seseorang.
• Membuat trial draft isi pelatihan: tehnik bertanya, menggiring, dan mengkonfirmasi key user dan targeted
participant terhadap content materi pelatihan.
• Memahami dan menggiring Ekspektasi dari key user: 4 Level of training Results.
• Studi kasus dan sharing: pengalaman dan form yang digunakan.